Kehidupan manusia di alam padhang ini ibarat roda berputar. Kadang-kadang nasib manusia berada di atas, dan kadang-kadang pula harus menempati posisi pada lapisan paling bawah. Semua berjalan bergantian dan bergilir, sesuai dengan hukum alam yang berlaku. Orang Jawa menyebut nuting jaman kelakone. Bungah susah, bathi rugi, padhang peteng adalah warna-warni yang senantiasa menghiasi kenyataan hidup sehari-hari. Antara satu dengan yang lainnya, masing-masing saling melengkapi dan saling membutuhkan. Perubahan yang terus-menerus berlangsung itu disikapi orang Jawa dengan ungkapan aja gumunan, aja kagetan, lan aja dumeh. Itulah intisari ajaran cokro manggilingan, yang menguraikan tentang siklus kehidupan umat manusia. Situasi mutakhir yang penuh kejutan dan pergolakan ini sering membuat orang kehilangan pijakan, sehingga kehidupannya tidak terarah. Seharusnya orang mengetahui hakekat hidup atau wikan sangkan paraning dumadi. Pengetahuan mendasar mengenai asal-usul kehidupan dan orientasinya perlu diketahui oleh setiap insan. Dengan harapan kehadiran manusia di muka bumi ini akan memahami jati diri dan makna hidupnya. Bagi orang Jawa urip mung mampir ngombe yang bermakna bahwa hidup ini bersifat sementara. Masih ada kehidupan setelah kematian yang dinamakan dengan istilah jaman kelanggengan. Untuk mencapai kesuksesan di jaman kelanggengan itu maka manusia hendaknya mengutamakan pekerti, pakarti dan pakerti, yang berupa amal kebaikan.

Selasa, 08 November 2011

Jual Kembang sereh



Tuah : untuk pelarisan didalam berdagang, untuk pengasihan, setiap orang melihat pasti akan timbul rasa suka kepada kita. Cukup dimasukkan didalam dompet. Khodam alami, mahar : Rp. 200.000 perpaket + ongkos kirim (10%)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar